Pangradin adalah nama sebuah desa (dusun),berada diprovinsi jawa barat kabupaten bogor (kota bogor paling barat),dengan kecamatan jasinga,desa pangradin sendiri terbagi menjadi dua desa,yaitu desa pangradin satu (hilir) dan pangradin dua (girang),dan secara teratorial desa Pangradin diapit beberapa desa diantaranya desa kandang sapi,desa jugala jaya,desa kembang kuning dan desa limes (jasinga).
Nama Pangradin sendiri terkesan unik jika diukur dari nama sebuah desa,karena biasanya nama sebuah desa mudah ditebak riwayat asal usulnya seperti : muncang (mungkin jaman dahulu banyak rempah-rempah sejenis muncang) dan banyak lagi contoh sejenis,tapi desa pangradin sendiri lain dari yang lain,sebab makna pangradin tidak ada dalam kamus perbendaharaan/kosakata apapun baik bahasa sunda sendiri apalagi bahasa lainnya,tapi benarkah begitu? Ah.. Ternyata aku salah dalam menilai setelah ditelusuri dengan bertanya kepada pinisepuh (sesepuh/tetua kampung),konon katanya makna dari pangradin sendiri adalah sebuah akronim yg terpenggal dari dua suku kata yaitu kata “Pang” dan “Radin” bila ditafsirkan kurang lebih sbb :
*Pang~pangreureuban (semacam tempat menginap sementara).
*Radin~raden (sebuah gelar kebangsawanan),jadi bila digabung menjadi makna Pangradin (pangreureuban raden).
*Asal-usul Pangradin.
Menurut sahibul hikayat* konon katanya pada jaman dahulu kala desa pangradin merupakan sebuah alas bandawasa (hutan belantara) yg dihuni bermacam-macam hewan,sehingga menarik para bangsawan kerajaan (jaman kerajaan padjadjaran) yg hobi berburu berlomba memasuki areal alas tsb hingga berhari-hari lamanya (menginap) dialas tsb,sehingga dengan banyaknya ksatria padjadjaran yg mendirikan pekemahan dialas belantara itu hingga menjadi sejarah tersendiri dan jadilah sebuah nama Pangradin sebagai sebuah desa.
*Asal usul pangradin ditilik dari dunia mitos* keberadaan nama desa Pangradin jika dikupas dengan versi mitos walau tetap tidak terlepas pada sumber cerita semula (kerajaan padjdjaran),tapi agak melenceng sedikit dan bersinggungan pada hal-hal bersifat gaib *hiyy..seraam!* konon katanya tempat/markas para prajurit kerajaan padjadjaran (pengikut prabu siliwangi) yang moksa (hilang tapi menjelma dalam wujud lain) ditempat alas itu.bagaimana hubungannya? Pada kata pangreureuban para raden memang tidak ada perubahan,tapi justru pengertian makna raden itu sendiri berubah,jadi tepatnya kata raden dimaksudkan kepada hal yg gaib (disini julukan dari reinkarnasi/perubahan jasad dari bentuk manusia menjelma menjadi hewan sebangsa singa),mungkin dikarenakan hal lain sehingga warga desa pada masa itu enggan menyebut kalimat sebenarnya (singa-pen).mungkin juga suatu bentuk penghormatan terhadap asal usul sebenarnya prareinkarnasi,atau masih banyak kemungkinan-kemungkinan yg lain *disesuaikan dengan rasa khallee..* sedangkan jika diriku ditanya tentang mitos tsb,mungkin ku jawab ya!/benar! atau tidak!/tidak tahu! *ko! Plin-plan? Yah..!* aku argumentasi atau opini-opini tersendiri ttg hal itu,baiklah aku akan berusaha menjawab ketidak pastian atas jawabanku tersebut (akan kubuat dua sesi/bagian) sbb :
sesi pertama.
Kujawab ya/benar,berdasarkan riwayat-riwayat para orangtua yang hidup jauh sebelum aku lahir,khususnya riwayat dari kedua orangtuaku sendiri,abah/bapaku pernah mendongeng (lebih tepat bercerita) bahwa kakek dahulu mempunyai banyak anak buah dari dunia gaib (sebangsa singa/macan) dan bisa berkomunikasi dengan mereka,beliau menuturkan riwayat berdasarkan pengalaman masa kecilnya dengan melihat penampakan-penampakan dan aktivitas kakekku sewaktu bekotemplasi dgn hal – hal gaib sebangsa singa tsb (jadi bukan dari cerita yg bersambung),begitu pula dengan riwayat dari ibuku menuturkan para uyut2nya jg biasa melakukan hal-hal yg sama dengan apa yg abahku ceritakan,dan ditambah cerita-cerita dari pinisepuh karib kerabat lainnya,bahkan kakak perempuanku pernah menyaksikannya sendiri (sewaktu kecil/berarti jaman sudah beranjak lebih kedepan) penampakan para raden tsb (perwujudan segerombolan singa-pen).
*Sesi kedua aku menjawab tidak/tidak tahu!* jawabanku yg terakhir ini teramat singkat dikarenakan aku hanya mendengar bukan/tidak menyaksikan sendiri dan tidak ditunjang dengan prasasti/batu tertulis yang meriwayatkan itu semua.dan terakhir dari teks ini aku persilahkan kepada ada menilai atau mengkoreksi atau menambahi atau apapun pendapat anda tentang riwayat ini *asal jangan mencibir bahkan memojokan* dari tulisan ini,maklumilah diri masih banyak kekurangannya maka diperlukan sedekah dari para dermawanblog *ada ngga istilah itu* untuk sediki berbaik hati mengkomentari positif *aduh miskin skali yah!* dan.. Udah yah.. Jari-jemariku udah kraam.
Desaku
Posted in Tak Berkategori dengan kaitan (tags) Dongeng sebelum bobo on Februari 16, 2009 by dhiedanHalo dunia!
Posted in Tak Berkategori on Februari 13, 2009 by dhiedanWelcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!